BBC on Air dan Buku Mai Melali
Sabtu (20/6/09) kemarin sebagian anggota Bali Blogger Commmunity (BBC) kumpul di angkringan Pasar Burung, Sanglah. Nongkrong usai main futsal sama anak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (BEM), oya kami kalah dengan skor telak 12-6, ini diikuti sekitar 20 orang.
Sambil menikmati menu khas angkringan seperti nasi kucing, sate jeroan, wedang jahe, dan seterusnya, kami mendiskusikan beberapa rencana agenda BBC ke depan. Dua di antara agenda tersebut adalah rencana BBC on Air alias siaran BBC di radio. Ini rencana siaran rutin di Bali FM terkait dengan blogging maupun dunia teknologi informasi secara umum.
Proses ini sedang berjalan. Dr Oka dan Winarto yang akan mengoordinir siaran tiap minggu ini. Kami sih maunya siaran ini digilir pemateri dan temanya. Misalnya blogging for tourism ya diisi teman-teman yang mengurus blog untuk pariwisata, blogging for narsism yang diisi temen-temen yang narsis abis, blogging for creativism diisi teman-teman yang kreatif, dan seterusnya.
Senangnya Belajar Komputer dengan BBC
Pada kegiatan pelatihan teknologi informasi Minggu (7/6) lalu, Bali Blogger Community (BBC) memberikan tugas pada peserta dari Anak Tangguh. Tugas itu antara lain menulis di word dalam format tertentu lalu dikirimkan ke email.
Inilah sebagian email dari peserta tersebut.
--
Senangnya Belajar Komputer dengan BBC
Belajar komputer dengan BBC memang paling menyenangkan , karena di ajar oleh kakak- kakak yang mempunyai ilmu sangat tinggi jika di bandingkan dengan saya. Saya merasa pengetahuan saya tentang komputer bisa lebih bertambah karena kakak- kakak dari BBC.
Saat kakak- kakak dari BBC mengajari bagaimana cara membuat e-mail, saya sangat bingung karena saya belum pernah membuat ataupun membaca e-mail. Tapi karena kakak- kakak dari BBC mengajar dengan sabar, dengan perlahan saya pun mengerti tentang e-mail lebih mendalam.
Karena Berbagi Harus Dilanjutkan Lagi
Minggu (14/6) kemarin kami datang lagi ke Sanggar Anak Tangguh. Jumlah kami dari Bali Blogger Community (BBC) kali ini memang tak sebanyak pekan lalu. Pekan lalu ada 23 orang. Kali ini sepertinya kurang dari itu.
Toh kegiatan tetap meriah. Agenda kemarin adalah materi tambahan tentang internet serta evaluasi kegiatan. Materinya tak banyak. Hanya tentang bagaimana menggunakan mesin pencari Google dan ensiklopedia Wikipedia. Materi ini diberikan setelah peserta selesai makan siang dengan menu tipat cantok isi merica. Makanya muka anak-anak peserta pada ngantuk semua. Hehe..
Tapi penutup selesai acara yang bikin segar. Ada permainan ala Nyoman Baliun. Sekitar 30 anak sanggar itu bertanding dengan 20an anggota BBC.
Journalists, bloggers hold solidarity rally for Prita Mulyasari
Ni Komang Erviani, Contributor, Denpasar |Fri, 06/12/2009 2:43 PM | Bali
Dozens of local journalists, bloggers and human rights activists staged a peaceful rally Thursday at Denpasar District Court to express their support of Prita Mulyasari, a housewife currently on trial for libel and defamation after writing an email criticizing Omni International Hospital.
The rally was also aimed at voicing opposition to what the protesters described as efforts to limit free speech.
Prita is charged with violating Article 27 (3) Law No 11/2008 on Information and Electronic Transaction, an offense that carries a penalty of six years imprisonment. The mother of two toddlers is also charged with breaching Article 310 and 311 of the Criminal Code on defamation.
Wartawan (dan Blogger) Demo Pengadilan
Radar Bali - [ Jum'at, 12 Juni 2009 ]
DENPASAR - Aksi solidaritas kasus Prita Mulyasari merembet ke Bali. Kamis (11/6) kemarin, ratusan jurnalis yang tergabung dalam wadah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Bali Bogger Community (BBC), dan Aliansi Untuk Kebebasan Informasi, bergerak menuju Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.
Kebetulan pada hari yang sama kemarin, sidang lanjutan kasus pelanggaran pasal 27 ayat 3 UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Prita Mulyasari melawan Rumah Sakit Omni Internasional kembali digelar di PN Tangerang.
Sambil membawa spanduk dan pamflet berisi pencabutan pasal 27 ayat 3 UU No.11/2008, kalangan jurnalis merangsek. Dalam orasinya, korlap aksi Rio Barlianto mengatakan, pasal pencemaran nama baik yang bersifat multitafsir sangat rawan digunakan aparat untuk melakukan represi terhadap kebebasan menyebarluaskan informasi.
AJI Denpasar dan Bali Blogger Demo Dukung Prita
TEMPO Interaktif, Denpasar: Puluhan aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar dan Bali Blogger Community, Kamis (11/6), mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk meminta pembebasan Prita Mulyasari, terdakwa dalam kasus pelanggaran pasal 27 ayat 3 UU Infomasi dan Transaksi Elektronik.
Pengunjuk rasa membawa poster dan spanduk yang antara lain bertuliskan, "Cabut Pasal-pasal Pencemaran Nama Baik", "Lindungi Hak Menyatakan Pendapat dan Informasi", "Sekarang Prita, Besok Giliran Anda", dan lain-lain. Dalam yel-yel yang dipimpin koordinator lapangan Rio Barlianto, mereka meminta Prita dibebaskan dan pasal pencemaran nama baik dihapuskan dari berbagai undang-undang yang berlaku di Indonesia. Aksi ini juga didukung oleh aktivis lembaga swadaya masyarakat dari Koalisi untuk Kebebasan Informasi (KKI).
Akhirnya Blogger Bali Demo Juga
Untuk pertama kalinya, Bali Blogger Community (BBC) ikut berdemonstrasi di dunia nyata. Selama ini kami lebih banyak bersuara di dunia maya. Karena itulah, bagiku, aksi ini menarik untuk dicatat. Sebab inilah pengalaman pertama kami, sebagai sebuah komunitas, ikut demo.
Kamis (11/6) BBC ikut serta dalam aksi solidaritas untuk Prita Mulyasari, ibu rumah tangga yang didakwa melakukan pencemaran nama baik gara-gara mengirim email keluhan terhadap layanan rumah sakit. Prita didakwa dengan Undang-undang (UU) No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 27 ayat (3) dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dia terancam kurungan penjara enam tahun dan denda hingga Rp 1 milyar.
Kasus Prita ini jadi semacam pembuka kotak pandora, memperlihatkan banyaknya ancaman di balik UU ITE. UU yang disahkan April tahun lalu ini semula jarang dibahas. Namun setelah ada korban bernama Prita barulah kemudian jadi makanan sehari-hari oleh media. Berbagai kalangan pendukung kebebasan berekspresi pun kemudian bersikap. Begitu pula aktivis, jurnalis, dan blogger yang mengadakan aksi solidaritas.
Bebaskan Prita Cabut Pasal Karet!
Pernyataan bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Bali Blogger Community (BBC) dan Aliansi untuk Kebebasan Informasi tentang Kasus Prita Mulyasari
Prita Mulyasari, seorang ibu rumah tangga, kini telah dijadikan terdakwa dalam kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan. Ia terancam hukuman penjara enam tahun karena didakwa melanggar pasal 27 ayat 3 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dia juga didakwa melanggar pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik.
Terhadap kasus yang dilatarbelakangi oleh penulisan email yang berisi keluhan terhadap pelayanan Rumah Sakit tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar bersama kalangan blogger dan pecinta kebebasan berpendapat dan berekspresi di Bali yang tergabung dalam Aliansi untuk Kebebasan Informasi (AKI) menilainya sebagai upaya membatasi kebebasan bereskpresi dan menyatakan pendapat. Pasal-pasal pencemaran nama baik yang bersifat multi tafsir memang sangat rawan digunakan untuk melakukan represi terhadap kebebasan menyebarluaskan informasi.
Bloggers educate children on IT
Nine-year old Ni Kadek Kristina found that typing on the keyboard of the 8-inch sub notebook was no easy task. The third grader at the SD 1 Guwang state elementary school was trying to type the word petani (farmer) and she paused repeatedly as her eyes scanned the cramped keyboard searching for the correct letters.
Kristina's friend, Ni Putu Eka, was sitting next to her. Eka watched her friend finish the task and then took her turn in using the mini computer. Her eyes were bright with amazement.
The students were participating in a computer workshop organized by the Bali Blogger Community (BBC) on Sunday. BBC members took different roles in the workshop.
Pelatihan Teknologi Informasi ala BBC
Jari-jari Ni Kadek Kristina, 9 tahun, bergerak di keyboard laptop HP 8 inchi itu. Dia terlihat agak kagok. Untuk mengetik hruf “a” ketika menulis “petani”, siswa kelas III SD 1 Guwang ini harus lebih dulu mencari-cari huruf “A” di keyboard.
Ni Putu Eka, teman Kristina, juga ikut mengetik. Dia bergantian dengan Kristina mengetik contoh yang diberikan oleh Trimartono Muliawan, anggota Bali Blogger Community (BBC).
Ketika Tri menyampaikan materi tentang cara menulis di program Word 2003, anggota BBC lainnya mendampingi peserta pelatihan teknologi informasi dan komputer (TIK) tersebut. Dian Ina, misalnya, mendampingi Kristina dan Eka selama enam jam kegiatan pada Minggu (7/6) itu.




Recent comments
4 weeks 14 hours ago
4 weeks 5 days ago
4 weeks 6 days ago
5 weeks 3 days ago
5 weeks 4 days ago
6 weeks 13 hours ago
6 weeks 1 day ago
7 weeks 6 days ago
7 weeks 6 days ago
7 weeks 6 days ago