Luh Putu Eka Swandewi, 23 tahun, berteriak senang membaca pesan di layar komputer jinjing (laptop) di depannya. “Hore.. Akhirnya aku berhasil,” katanya sambil mengangkat tangan tinggi-tinggi. Beberapa temannya di ruangan menyambut teriakan itu dengan tepuk tangan.
Sabtu (14/11) ini adalah minggu ketiga kami, Bali Blogger Community (BBC), memberikan pelatihan komputer untuk difabel di Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum (Yakkum) di Abiansemal, Badung. Buatku sendiri ini yang kedua kali karena minggu lalu aku tidak ikut.
Dari sekian kali pelatihan yang kami adakan, menurutku pelatihan kali ini memang paling mengesankan. Bisa jadi karena pesertanya adalah para difabel atau penyandang cacat.
Maaf kalau ini terlalu mewakili sudut pandang arus utama (mainstream). Tapi melihat difabel tak terhalang oleh keterbatasan tubuh memang memberikan kesan mendalam bagiku. Para difabel ini antusias belajar tentang desain grafis, menggunakan tabel, atau sekadar menulis di komputer. Karena itulah pelatihan ini bagiku terasa sangat berbeda dibanding pelatihan-pelatihan yang pernah kami berikan.