Pagi ini aku baru memastikan, semua tempat pelatihan blog kami mengalami hambatan yang sama: koneksi internetnya lelet setengah mati. Ini yang mengacaukan pelatihan kami.
Term of reference BBC on Air untuk tanggal 22 November 2009 yang berjudul “Social Media Di Mata Kawula Muda” dan diposting di milis Baliblogger sama sekali tidak direspon. Dimungkinkan karena semua lagi konsentrasi pada acara ulang tahun BBC. Meskipun demikian, tiga blogger muda di BBC yaitu Eka Dirgantara, Lina PW dan Gung WS telah menyatakan siap untuk menjadi narasumber BBC on Air.
Basah kuyup jadi hadiah penutup untuk Eka Dirgantara pada perayaan dua tahun Bali Blogger Community (BBC). Eka Ozawa, begitu kami biasa menyapanya merujuk pada hobinya mengoleksi bintang film biru ternama Maria Ozawa, adalah Ketua Panitia Perayaan Dua Tahun BBC.
Oleh Winarto
Sesuai dengan perencanaan yang telah didiskusikan di milis Baliblogger dan term of reference yang disusun untuk BBC on Air di Bali FM, maka pada hari Minggu, 15 November 2009 diadakan talkshow yang bertema “Jurnalisme Warga Bali”. Narasumber yang hadir pada BBC on Air kali ini adalah Luh De Suriyani, yang akan berbagi dan sharing mengenai citizen journalism dan portal citizen journalism bagi warga Bali, Balebengong.
Konsep dan perkembangan citizen journalism terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi terutama internet yang diikuti dengan berbagai macam social media; baik social networking, blogs, photo sharing, micro-blogging, video sharing dan lain sebagainya. Pada citizen journalism, warga masyarakat biasa diberikan kesempatan untuk mengumpulkan, melaporkan, menganalisis dan menyebarkan berita dan informasi yang ada di sekitar mereka. Dalam jurnalisme warga, masyarakat ditantang untuk berani merekam setiap berita informasi yang ada di sekitarnya untuk kemudian dilaporkan dalam bentuk-bentuk berupa video, artikel berita ataupun foto.
Ini tentang orang-orang yang, setidaknya menurutku, punya dedikasi. Mmm, tentang mereka yang bersedia melintas batas-batas formalitas. Tak usah terlalu formal dengan sebuah ikatan. Semata kemauan bersama untuk berbagi dan bercerita.
Ini tentang teman-teman di Bali Blogger Community (BBC). Tentang teman-teman yang tak selalu menyenangkan, sebenarnya. Sebab kadang-kadang ada pula teman yang seperti hanya menunggu untuk bertepuk tangan ketika kami bisa menjebol gawang lawan. Tapi toh tepuk tangan pun tetap diperlukan dalam sebuah pertandingan.
Ini tentang orang-orang selalu saja patut aku banggakan. Teman-teman yang bersedia berbagi waktu, ilmu, pengetahuan, atau sekadar cerita di dunia maya. Oya, maaf. Bukan hanya di dunia maya tapi juga di dunia nyata. Tentang mereka yang dengan suka rela membagi miliknya untuk kelompok lain yang mungkin membutuhkannya lewat blog, radio, pelatihan, donor darah, dan seterusnya.
Dengan duduk di kursi rodanya, Ketut Sudianti, 28 tahun, menggerakkan tetikus (mouse) di tangannya. Dia berusaha menjumlahkan angka-angka di kotak-kotak program Excel di laptopnya. Dua perempuan lain, Putu Ita Puspitasari, 20 tahun, dan Eka Suandewi, 23 tahun, berada di kanan kiri Sudianti. Ketiganya adalah penyandang difabel.
Sabtu siang lalu mereka merupakan bagian dari 13 difabel lain yang sedang belajar mengoperasikan Excel, program yang biasa dipakai terutama untuk keuangan. ”Kami belajar agar nanti biasa mengoperasikan kalau kerja,” kata Sudianti yang diiyakan Ita dan Eka.
”Ini pengalaman pertama kami belajar Excel. Tapi kami pasti bisa. Yang penting kan niatnya,” tambah Ita. Dia terlihat sudah biasa mengoperasikan komputer tersebut.
Minggu malam, 11 Oktober 2009, adalah kali kedua BBC on Air di Bali FM, setelah pada minggu sebelumnya memulai siaran perdananya. Setelah melalui diskusi yang panjang di milis Baliblogger, direncanakan akan ada 3 narasumber yang akan bercerita mengenai manfaat nge-blog, yaitu Luh De Suriyani, Dian Ina dan Saylow. Sepertinya bakalan seru, karena karena ketika blogger tersebut memiliki segudang pengalaman nge-blog, dan tentu saja akan menarik apabila didiskusikan.
Namun, satu jam sebelum on air, Luh De Suriyani mengirimkan sebuah sms yang mengatakan bahwa tidak bisa ikutan on air, demikian juga Saylow. Alhasil, hanya Dian Ina saja yang membagikan pengalaman nge-blognya, dengan ditemani oleh Winarto, penjaga gawang BBC on Air, dan tentu saja akan dipandu oleh seorang announcer Bali FM yang memiliki suara nan merdu, Tari Tantra.
Minggu, 4 Oktober 2009, sesuai dengan kesepakatan dengan Radio Bali FM, akhirnya Bali Blogger Community (BBC) memulai siaran perdana di radio tersebut. Setelah melakukan koordinasi melalui milis BBC, ada 4 orang anggota BBC yang akan tampil dalam siaran on air BBC di Bali FM yaitu Winarto, dr. Oka Negara, Anton Muhajir dan John Black. Siaran di Bali FM tersebut, menurut rencana akan diselenggaran secara rutin pada hari Minggu malam pukul 19.00 – 20.00 WITA.
Sesuai kesepakatan di milis, maka Winarto, John Black and dr. Oka akan berangkat bersama ke Bali FM dengan terlebih dahulu berkumpul dari Forrest Club di Renon jam 18.00 WITA, sedangkan Anton akan meluncur langsung ke lokasi di Batubulan. Perjalanan dari Renon ke Batubulan tidaklah lama, hanya sekitar 15 menit. Sampai di Radio Bali FM sudah disambut oleh Tari Tantra, announcer dari Bali FM yang akan memandu BBC on Air, serta 2 orang kru Bali FM. Sambil menunggu jam on air, Winarto, dr. Oka Negara, Anton Muhajir dan John Black terlibat dalam diskusi tentang rencana pembuatan buku oleh BBC.
Luh De Suriyani, The Jakarta Post | Wed, 08/19/2009
Dozens of elderly men and women looked happy wearing traditional Batik sarongs as they got ready to race in a two-meter width and 20 meter-long runaway as part of Indonesia's 64th independence celebrations at the Wana Seraya nursing home in Denpasar on Monday.
The 65-year old Latri was energetically strove to reach the finish lane.
"God, I made it. I can still run quite fast," Latri said.
Sejumlah perempuan dan laki-laki lanjut usia terlihat bergembira mengikuti lomba jalan cepat berpasangan dengan memakai sarung.
Latri, perempuan 65 tahun terlihat paling agresif. Ia menyeret seorang perempuan muda yang berpasangan dengannya dalam satu sarung untuk menuju garis finish.
“Wah, saya masih bisa berlari kencang,” seru Latri dalam Bahasa Bali.
Permainan lainnya yang penuh tawa adalah lomba merias wajah dan rambut. Para pria muda harus merias wajah dan menata rambut lansia perempuan. Setelah itu, giliran warga lansia yang merias pasangannya.